Showing posts with label Pandega. Show all posts
Showing posts with label Pandega. Show all posts

Makna Pelantikan Bagi Pramuka Pandega

Makna Pelantikan Bagi Pramuka Pandega - Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara dalam rangka memberikan pengakuan dan pengesahan terhadap seorang Pramuka atas prestasi yang dicapainya.

Tujuan Upacara Pelantikan.
Upacara pelantikan bertujuan agar Para Pramuka yang dilantik mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh pembinanya dalam upaya membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan serta peduli pada dirinya sendiri dengan berpedoman pada satya dan darma pramuka.

Makna Pelantikan dalam Racana Pandega.
Bagi yang dilantik , pelantikan mengandung makna:
  1. meningkatkan rasa percaya akan kemampuan dirinya.
  2. menghargai kemampuan orang lain.
  3. menjaga nama baik pribadi dan Racananya.
  4. mengembangkan daya kreasi yang positif.
  5. berani menyampaikan pendapat positif kepada orang lain dan menghargai pendapat orang lain.
  6. Tahan menerima kritik dari orang lain.
  7. bertanggungjawab terhadap tugas/jabatan/posisi yang dipercayakannya.
  8. berbakti pada masyarakat, bangsa dan negaranya.
  9. mengembangkan takwanya kepada Tuhan YME.
  10. mengembangkan kepemimpinannya.
Bagi Pramuka Pandega lainnya:
Pramuka Pandega memiliki semboyan dari – oleh – untuk - Pandega di bawah tanggungjawab Pembina, dengan maksud "Bersumber dari aspirasi para Pandega, kemudian direncanakan, dilaksanakan dan dinilai hasilnya oleh para Pandega, serta semua acara kegiatan harus berguna untuk menambah pengetahuan, keterampilan serta pengalaman para Pramuka Pandega.
Makna pelantikan bagi Pandega lainnya adalah:
  1. Memberikan motivasi untuk lebih giat berlatih agar dirinya dapat meraih prestasi yang sama, atau bahkan melebihi.
  2. Memperoleh kebanggaan bahwa salah satu anggotanya memiliki kecakapan yang diharapkannya.
  3. Dalam mengikuti upacaranya sendiri menimbulkan introspeksi dan retrospeksi diri, sehingga menimbulkan pengalaman spiritual, dan mempercerdas emosi serta sosial.
Bagi Orang tua Pandega dan masyarakat.
Makna pelantikan:
  1. memberikan kepercayaan bagi masyarakat, bahwa seorang Anggota Pramuka diperhatikan oleh pembinanya, dididik menjadi manusia yang berprestasi dan berkarakter.
  2. Memberikan kebanggan pada orang-tua.

Pembina Pramuka Pandega menempatkan posisinya sebagai mitra peserta didik yang akan membantu atas keberhasilan program para Pramuka Pandega.


Kesimpilan
Dalam kepramukaan Pelantikan merupakan alat pendidikan, yang efektif dan efisien menuju ke suatu kemantapan sikap mental positif, terbentuknya kepribadian yang luhur, berguna bagi dirinya sendiri, berguna bagi nusa dan bangsa serta berguna bagi agama yang dipeluknya.

Kepustakaan
  1. Bahan KML, Kwarnas, Jakarta, 1983
  2. Petunjuk penyelenggaraan Upacara di dalam Gerakan Pramuka, 1979








Nyanyian Dan Tarian Sebagai Alat Pendidikan

Nyanyian Dan Tarian Sebagai Alat Pendidikan - Dalam penyelenggaraan kegiatan Kepramukaan para pramuka bersama pembinanya diharapkan selalu dapat menciptakan "kegiatan kreatif-rekreatif-edukatif" dengan memperhatikan pula bahwa kegiatan tersebut dapat mengefektifkan fungsi otak belahan  kanan dan belahan kiri yang seimbang dan selaras.

Efektifnya fungsi otak kiri akan berdampak meningkatnya efektifnya fungsi kanan akan dapat mengembangkan kemampuan kreatif dan kecerdasan emosional.

  1. Menyanyi merupakan salah satu kegiatan yang dapat menfungsikan otak belahan kanan yang akan berdampak diantaranya memupuk kemampuan kreatif, keterampilan serta kecerdasan emosi peserta didik.  Sejalan dengan hal tersebut diatas  dengan menyanyi/nyayian secara alamiah dalam diri  kita terjadi proses kependidikan yang luar biasa.
  2. Menari merupakan pengembangan kecerdasan emosional dan kinestetik. Tarian daerah melatih kelembutan jiwa, kekompakan gerak, adaptasi dan sinkronisasi dengan lagu.
  3. Sesuai  dengan misi Gerakan Pramuka, nyayian & tarian yang disajikan kepada para peserta didik hendaknya dapat digunakan sebagai media mendidikkan :   
  • Ketakwaan kepada TuhanYME
  • Jiwa cinta tanah air, bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia
  • Kepedulian kepada masyarakat, Alam dan Lingkungannya
  • Kepedulian kepada diri sendiri
  • Rasa percaya diri, Tanggung Jawab dan kemandirian
  • Sikap teguh memegang Komitmen yang ada
Oleh karena itu di dalam latihan Kepramukaan hindari nyanyian yang “seronok/ tidak etis seperti lagu “cocak rawa” ; dan hindari pula tari-tarian yang menjurus pada gelora seksual.
4.Sesuai dengan perkembangan jiwa dan golongan usia yang ada pada peserta didik, hendaklah nuansa nyayian dan tarian yang kita sajikan  dibedakan antara Golongan S,G,T,D, sebagai berikut:
  • Pramuka Siaga bernuansa: gembira, singkat, sederhana
  • Pramuka Penggalang bernuansa: bersemangat, patriotis, unik, gembira, pantang menyerah
  • Pramuka Penegak dan Pandega bernuansa: sanjungan, pujian, emosional, keharmonisan, nyata dan keabdian
Kesimpulan
Banyak orang yang mencemooh karena tidak mengerti makna nyayian dan tarian dalam Kepramukaan, lebih-lebih ketika Pramuka mengikuti “tari dan lagu saat ini yang banyak tidak mendidik”.


Kepustakaan
  1. AD & ART Gerakan Pramukan, Kepres RI No. 34 Th 1999 dan Kep Ka. Kwarnas No. 107 Th 1999. Jakarta, 1999.
  2. Atmasulistya, Drs. Endy R. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Gerakan Pramuka
  3. Bahan Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan. 1980, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta.









Administrasi Dalam Ambalan Penegak

Administrasi Dalam Ambalan Penegak - Sebagai gerakan pendidikan, Gerakan Pramuka memerlukan dukungan Administrasi/Tata Usaha, yang akan mengadministrasikan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan dan perkembangan satuan, misalnya mengenai: keanggotaan, kegiatan, perlengakapn, kecakapan, dll

Keterlibatan dan kelengkapan catatan pada Administrasi akan sangat bermanfaat untuk :
  • penyusunan program kerja tahunan dan rencana kegiatan.
  • bahan penyusunan laporan.
  • mengetahui perkembangan satuan.
  • mengetahui perkembangan peserta didik.
  • pertanggungjawab pelaksanaan kegiatan.
  • data sejarah satuan.

Administrasi Ambalan Penegak  terdiri dari :
1.Daftar anggota
Daftar  anggota disusun dengan kolom-kolom, sbb:
  • nomor urut, nomor induk, nomor tanda anggota.
  • nama lengkap peserta didik.
  • agama.
  • tempat dan tanggal lahir.
  • alamat.
  • golongan darah.
  • sekolah.
  • alamat orang tua/wali.
  • pekerjaan orang tua/wali.
2.Daftar Prestasi, yang menurut catatan kehadiran peserta didik.

3.Daftar Iuran.
4.Daftar Pencapaian Kecakapan 
menurut catatan tanggal penyelesaian tiap mata ujian SKU, SKK, dan tanggal pelantikan kenaikan tingkat serta pindah golongan.
5.Daftar Tabungan Pribadi.

6.Buku Kegiatan :
  • Rencana kegiatan.
  • Program kegiatan.
  • Acara kegiatan.
7.Buku Harian dan Album
 Buku harian berisi catatan segala kegiatan kejadian dan hal ihwal satuan yang bersangkutan.  Pada buku harian ini dapat ditulis, digambarkan, ditempeli foto yang berkaitan dengan kegiatan itu.
8.Kartu Data Pribadi.  
Berisi catatan perkembangan pribadi anggota.  Kartu ini hanya di pegang oleh Pembina.
9.Buku Risalah Rapat.
10.Buku Catatan Keuangan.
Kesimpulan
Administrasi kegiatan mempunyai peran yang sangat penting dalam proses kegiatan dalam mencapai tujuan, oleh karena kita coba untuk melaksanakan pengadministrasian satuan dengan sebaik-baiknya.

Kepustakaan
  1. Bahan KML, Kwarnas, Jakarta, 1983
  2. PP tentang Gugusdepan No.137 Tahun 1987.









Upacara Sebagai Alat Pendidikan

Upacara Sebagai Alat Pendidikan - Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.

Tujuan upacara dalam Gerakan Pramuka adalah membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur sehingga menjadi warga Negara Indonesia yang berjiwa Pancasila seperti tercantum pada Tujuan Gerakan Pramuka (lihat AD Gerakan Pramuka Bab II Ps. 4).

Sasaran upacara dalam Gerakan Pramuka, ialah agar peserta upacara (peserta didik) mampu :
  • memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan negara.
  • memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi.
  • selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  • memiliki jiwa gotong royong dan percaya pada orang lain.
  • dapat memimpin dan dipimpin.
  • dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib.
  • meningkatkan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sasaran Upacara tersebut akan dapat dicapai bilamana 
para peserta upacara (peserta didik) melaksanakannya dengan tertib dan khidmat. Ketika kondisi upacara berjalan dengan tertib dan khidmat, Pembina Upacara berusaha membuka hati peserta didik dan memberikan pendidikan watak ; sehingga tepatlah bilamana upacara dinyatakan sebagai alat pendidikan.
Unsur-Unsur pokok dalam Upacara Gerakan Pramuka, ialah :
  • Bentuk barisan yang digunakan oleh para peserta selalu disesuaikan dengan perkembangan jiwa peserta didik.
  • Pengibaran Bendera Merah Putih.
  • Pembacaan Pancasila
  • Pembacaan Kode Kehormatan.
  • Adanya doa.
  • Upacara dilakukan dalam suasana khidmat dan bersungguh-sungguh.

Macam-Macam Upacara dalam Gerakan Pramuka :
  • Upacara Umum
  • Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan
  • Upacara Pelantikan
  • Upacara Kenaikan Tingkat
  • Upacara Pindah Golongan

Kesimpulan
  1. Mengingat bahwa pertemuan & upacara di satuan Pramuka itu sebagai alat pendidikan, para pembina hendaknya dapat menciptakan  berbagai ragam pertemuan & upacara menurut keadaan setempat.
  2. Keanekaragaman dan pengembangan tersebut tidak dibenarkan mengurangi isi unsur-unsur pokok dalam upacara Gerakan Pramuka.    
   
Kepustakaan
  1. Petunjuk Penyelenggaraan Pertemuan Pramuka. Kep. Kwarnas No. 130/KN/76 Kwarnas. Jakarta, 1977.
  2. Petunjuk penyelenggaraan Tata Upacara dalam Gerakan  Pramuka SK Kwarnas Nomor 178  Tahun 1979.
  3. Sistem Pendidikan dan Latihan dalam gerakan Pramuka, PP Kwarnas No. 18 Tahun 2002.

Diskusi Sebagai Alat Pendidikan

Diskusi Sebagai Alat Pendidikan - Gerakan Pramuka melatih anak-anak untuk belajar memimpin dan dipimpin. Latihan-latihan ini tercermin secara nyata dalam sistem beregu (patrol system), di mana setiap saat yang disepakati Pemimpin Barung/Regu/Sangga/ dan Reka dilakukan bergilir atau bergantian.

Dalam pendidikan Kepramukaan Pembina bukan sebagai penentu kegiatan, karena kegiatan diputuskan melalui rapat Dewan Satuan. Oleh karena itu perlu pembelajaran dalam merumuskan kesepakatan melalui teknik diskusi.

Metode Diskusi adalah Suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Cara ini menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah laku peserta didik  dalam belajar. Metode diskusi juga dimaksudkan untuk dapat meransang siswa dalam belajar dan berfikir secara kritis dan mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu masalah.
Prinsip-prinsip dalam diskusi.
  • Melibatkan peserta didik  secara aktif dalam diskusi yang diadakan.
  • Diperlukan ketertiban dan keteraturan dalam megemungkakan pendapat secara bergilir di pimpin oleh seorang ketua atau moderator.
  • Masalah yang didiskusikan disesuaikan dengan perkembangan dan  kemampuan peserta didik 
  • Pembina/Pelatih berusaha mendorong peserta didiknya  yang kurang aktif untuk melakukan atau mengeluarkan pendapatnya.
  • Peserta didik  dibiasakan menghargai pendapat orang lain dalam menyetujui atau menentang pendapat
Metode diskusi sangat sesuai digunakan bilamana:
  • Materi yang disajikan bersifat umum (pengetahuan umum).
  • Untuk pengembangan sikap atau tujuan-tujuan pembelajaran yang  efektif.
  • Untuk tujuan-tujuan yang bersifat analisis sistensis, dan tingkat pemahaman yang tinggi.

Keunggulan Metode Diskusi:
  • Suasana kelas menjadi bergairah, di mana para peserta didik melibatkan diri secara aktif dalam diskusi yang diadakan. 
  • Peserta didik dapat mencurahkan perhatian dan pemikiran mereka terhadap masalah yang sedang dibicarakan.
  • Dapat menjalin hubungan antara individu peserta didik hingga menimbulkan rasa harga diri, toleransi, demokratis, berfikir kritis dan sistematis.
  • Hasil diskusi dapat dipahami oleh peserta didik karena mereka secara aktif mengikuti perdebatan yang berlangsung dalam diskusi

Kelemahan-kelemahan metode diskusi
  • Adanya sebagian peserta didik yang kurang bepartisipasi secara aktif dalam diskusi dapat menimbulkan sikap acuh tak acuh dan tidak ikut bertangung jawab terhadap hasil diskusi.
  • Sulit meramalkan hasil yang ingin dicapai karena penggunaan waktu yang terlalu panjang.
  • Peserta didik mengalami kesulitan mengeluarkan ide-ide atau pendapat mereka secara ilmiah atau sistimatis.

Tugas-tugas pelatih/pembina/fasilitator dalam diskusi
  • Dapat bertindak sebagai pimpinan dalam diskusi
  • Mengusahakan jalannya diskusi agar tidak terjadi dialog atau hanya sekedar tanya jawab antara pelatih/Pembina/fasilitator dan peserta didik atau antara dua orang saja.
  • Sebagai moderator yang dapat mengamankan, menolak atau menyampaikan pendapat dan usul-usul kepada peserta diskusi.

Langkah-langkah yang perlu dalam pelaksanaan diskusi:
  •  Pemilihan topik yang akan didiskusikan.
  •  Dibentuk kelompok-kelompok diskusi, atau berbagai ragam teknik diskusi lainnya.
  • Pelaksanaan diskusi dalam kelompok/kelas masing-masing.
Jenis-Jenis Diskusi:
  • Whole Group: Bentuk diskusi kelas dimana para peserta duduk setengah lingkaran. Seluruh peserta aktif menyatakan pendapat/ gagasannya.
  • Diskusi Kelompok: Diskusi yang terdiri dari 3 - 10 orang peserta. Peserta berdiskusi di terpisah menurut kelompoknya masing-masing.
  • Buzz Group: Bentuk diskusi sebenarnya merupakan diskusi informal, di mana seorang fasilitator melemparkan masalah, kemudian peserta didik mendiskusikan dengan teman-teman di sampingnya yang terdiri dari dua atau tiga orang, sehingga menimbulkan suara berdengung seperti suara tawon.
  • Diskusi Panel: Suatu bentuk diskusi di mana para pembicara (nara sumber) duduk bersama dalam suatu deretan dan menyampaikan paparan secara berganti-ganti, yang dipandu oleh seorang moderator. Dahulunya para nara sumber ini menempelkan paparannya pada pada papan panel, maka disebut diskusi panel. Syndicate Group: Dalam bentuk diskusi ini kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3 - 6  peserta, mirip dengan diskusi kelompok, tapi biasanya topik yang dibahas untuk masing-masing sindikat berbeda-beda, dan nantinya baru ditampilkan.
  • Symposium: Simposium adalah diskusi ilmiah. Dalam symposium biasanya terdiri dari pembawa makalah penyangah, moderator, dan notulis, serta beberapa peserta symposium.
  • Informal Debate: Bentuk diskusi dibagi menjadi dua tim yang seimbang, memperdebatkan sesuatu.
  • Fish Bowl: Diskusi ini terdiri dari beberapa orang peserta dan pimpinan oleh seorang ketua untuk mencari suatu keputusan. Dalam diskusi peserta diskusi maju satu-satu menyampaikan pendapatnya pada ketua diskusi, kemudian ketua diskusi menjaring pendapat masing-masing peserta diskusi.
  • The Open Discussion Group: Bentuk diskusi ini akan dapat mendorong peserta didik agar lebih tertarik untuk berdiskusi dan belajar keterampilan dasar dalam mengemukakan pendapat, siapapun boleh menyampaikan pendapatnya secara langsung dalam forum diskusi tersebut.
  • Brainstorming: Bentuk diskusi yang seluruh pesertanya diminta pendapatnya secara berganti-ganti. Biasanya formasi diskusi melingkar atau setengah lingkaran. Peserta yang tidak memiliki pendapat menyatakan pass. Seorang mencatat pendapat-pendapat tersebut, kemudian pimpinan diskusi menyimpulkan hasil diskusi setelah tidak ada lagi pendapat dari peserta yang dikemukakan. 
Kesimpulan
Metode diskusi sangat baik untuk para Penegak dan Pandega, untuk mengasah keterampilan mengemukakan pendapat di depan umum.
Diskusi harus menggunakan etika diskusi, tidak mencari menang sendiri, dan tidak debat kusir.
Diskusi merupakan proses pembelajaran “Learning To Live Together”.    
       
Kepustakaan
  1. Petunjuk Penyelenggaraan Pertemuan Pramuka. Kep. Kwarnas No. 130/KN/76 Kwarnas. Jakarta, 1977.
  2. Petunjuk Penyelenggaraan Pesta Siaga dan Petunjuk Penyelenggaraan Lomba tingkat. Kwarnas, 1977.
  3. Sistem Pendidikan dan Latihan dalam gerakan Pramuka, PP Kwarnas No. 18 Tahun 2002.

Organisasi Dalam Ambalan Penegak

Organisasi Dalam Ambalan Penegak - Kepramukaan diselenggarakan di Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka (SAKA) Gugus Depan Lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi peserta didik dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi peserta didik yang terdiri atas:
  • Perindukan Siaga.
  • Pasukan Penggalang.
  • Ambalan Penegak.
  • Racana Pandega.
Pengorganisasian

Ambalan Penegak
  1. Ambalan Penegak beranggotakan paling banyak 40 orang.
  2. Ambalan Penegak terbagi dalam satuan kecil yang disebut Sangga, masing-masing terdiri dari 5-10 orang.
  3. masing-masing Sangga memilih seorang pemimpin Sangga, dan selanjutnya Pemimpin Sangga terpilih diberi kepecayan untuk menunjuk wakil Pemimpin Sangga.
  4. Para Pemimpin Sangga bermusyawarah untuk memilih salah seorang diantara mereka sebagai Pemimpin Sangga Utama, yang disebut PRADANA.  Pradana memimpin Ambalan Penegak dan tetap merangkap jabatan sebagai pemimpin Sangga di Sangganya.
Dewan Ambalan
A. Dewan Ambalan diketuai oleh Pradana.
B. Anggota Dewan Ambalan dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga, dengan susunan sebagai berikut:
    1).    seorang Ketua yaitu Pradana.
    2).    seorang Wakil Ketua.
    3).    seorang Sekretaris.
    4).    seorang Bendahara.
    5).    beberapa anggota sesuai dengan kepentingannya.
C. Dewan Ambalan bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan menilai kegiatan Ambalan dengan selalu berkosultasi kepada Pembina Ambalan.
D. Dewan Ambalan mempunyai masa bakti sama dengan masa bakti Gugusdepan (3 tahun).
E. Dewan Ambalan berkewajiban mengadakan musyawarah sedikitnya enam bulan  sekali.

Dewan kehormatan
A. Dewan Kehormatan diketuai oleh Pradana.
B. Susunan Dewan Kehormatan, terdiri dari:
     1)    Ketua dewan kehormatan.
     2)    Wakil ketua.
     3)    Sekretaris.
C. Dewan kehormatan Penegak bertugas untuk membahas dan memutuskan tentang:
     1)    peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak.
     2)    pelantikan, penghargaan atas jasa.
     3)    pelanggaran terhadap Kode Kehormatan Pramuka.

Pemangku Adat
  1. Pemangku Adat adalah seseorang atau beberapa orang yang dipilih Dewan Ambalan dengan tugas melestarikan Adat Ambalan.
  2. Setiap Ambalan Penegak memiliki sandi Ambalan dan Adat Ambalan, yang disusun, disepakati, dan ditaati oleh anggota Ambalan itu sendiri.
  3. Adat Ambalan harus mampu mendorong para Pramuka Penegak untuk berdisiplin, patuh dan mengarah kepada hidup bermasyarakat dan maju.
  4. Sandi dan Adat Ambalan merupakan gambaran watak dan pedoman tingkah laku anggota Ambalan, sehingga tampak ciri khas kehidupan para Pramuka Penegak Ambalan tersebut.
Kesimpulan
Dalam kepramukaan pelantikan merupakan alat pendidikan, yang efektif dan efisien menuju ke suatu kemantapan sikap mental positif, terbentuknya kepribadian yang luhur, berguna bagi dirinya sendiri, berguna bagi nusa dan bangsa serta berguna bagi agama yang dipeluknya.

Kepustakaan
1. Bahan KML, Kwarnas, Jakarta, 1983
2. Petunjuk penyelenggaraan Upacara di dalam Gerakan Pramuka, 1979


Perkemahan Dan Pertemuan Besar Penegak

Perkemahan Dan Pertemuan Besar Penegak - Perkemahan dalam Gerakan Pramuka merupakan suatu pertemuan besar bagi Penegak. Pertemuan dalam kepramukaan bermakna sebagai pertemuan yang komunikatif  dan bersifat eduktif.
Pertemuan yang bersifat edukatif dalam Kepramukaan dilaksanakan dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang paling tepat adalah dalam bentuk perkemahan, karena seluruh ranah kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik dapat dikembangkan dalam kegiatan perkemahan tersebut.
Pertemuan Pramuka merupakan alat:
  • Mengembangkan ketahanan spiritual/mental/moral, sehingga lebih meningkat kemauan dan ketakwaannya kepada Tuhan YME.
  • Mengembangkan ketahanan pisik, sehingga makin kuat dan sehat jasmaninya.
  • Mengembangkan ketahanan  intelektual, sehingga akan bertambah pengetahuan dan pengalamannya.
  • Mengembangkan ketahanan emosional, sehingga akan bertambah stabil emosinya
  • Mengembangkan ketahanan sosial, sehingga akan bertambah meningkat kepeduliannya kepada masyarakat di lingkunganya.

Agar Pertemuan Pramuka dapat berfungsi sebagai alat pendidikan, hendaknya :
  • Ditetapkan dengan jelas sasaran pertemuan sehingga dapat diukur keberhasilanya.
  • Acara kegiatan disusun oleh peserta didik dengan memperhatikan kepentingan&kebutuhan mereka serta memperhatikan pula kepentingan dan kebutuhan masyarakat dilingkungan lokasi pertemuan.
  • Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among, dengan didampingi oleh Pembina.
  • Memerankan semaksimal mungkin para peserta pertemuan untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang telah mereka sepakati bersama.  Kalau kegiatan yang mereka rencanakan sendiri, mereka kelola sendiri, mereka laksanakan sendiri dan mereka evaluasi sendiri ini dapat berjalan dengan lancar.
Pasti dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terjadi proses :
  1. Belajar sambil melakukan (learning by doing).
  2. Belajar sambil mengajar (learning by teaching).
  3. Berbuat untuk belajar (doing to learn).
  4. Belajar untuk mencari nafkah (learning to live).
  5. Mencari nafkah untuk hidup (earning to live).
  6. Belajar untuk hidup bersama dalam keanekaragaman budaya (learning to live together).
  7. Hidup untuk berbakti (living to serve).

Jenis Pertemuan  Pramuka Penegak
A.Pertemuan Berkala/Rutin 
Dilaksanakan di wadah-wadah pembinaan Pramuka Penegak:
  1. Ambalan/Gugus Depan.
  2. Satuan Karya Pramuka (SAKA).
  3. DKR, DKC, DKD, DKN.
B.Pertemuan Bersama.
Pertemuan Penegak sebagian besar adalah berbentuk perkemahan. Di sinilah semua ranah pendidikan (area development) secara lengkap bisa dilakukan dalam upaya pendidikan karakter.
Jenis-jenis pertemuan/perkemahan bagi Pramuka Penegak, di antaranya ialah:
  1. Raimuna; Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera.
  2. Perkemahan Wirakarya (PW).
  3. Perkemahan Bakti Satuan Karya (PERTISAKA).
  4. Musyawarah Penegak Puteri Putera (MUSPANITRA).
  5. Temu Satuan Karya Pramuka (Temu SAKA).
  6. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK).
  7. Seminar, Lokakarya, Diskusi Pramuka Penegak.

Kesimpulan
Memberikan kepercayaan kepada para Pramuka Penegak dalam proses Penyusunan Perencana, Pemrograman, Pelaksana sampai ke proses Penilaian Kegiatan (dengan bimbingan Pembinanya) dikandung maksudnya agar:
  • Sendini mungkin mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik atas acara kegiatan yang diprogramkanya.
  • Membiasakan diri dalam kehidupan sehari-hari agar semua kegiatan yang akan dilakukan hendaknya dikelola dengan baik.
  • Mengembangkan jiwa kepemimpinan.
  • Mengembangkan keterampilan manajerial.
  • Memahami bahwa dalam kegiatan/kehidupan sehari-hari itu pasti akan muncul hambatan/tantangan; dan melatih agar bagaimana mengatasi hambatan/tantangan tersebut.


Kepustakaan
  1. Petunjuk Penyelenggaraan Pertemuan Pramuka. Kep. Kwarnas No. 130/KN/76. Jakarta. 1977.
  2. Bahan KML. Kwarnas. Jakarta. 1983. 
  3. Atmasulistya, Drs. H. Endy, PANDUAN PRAKTIS MEMBINA PRAMUKA, Jakarta, 2000.